Mendaftar sebagai anggota IAI (Ikatan Arsitek Indonesia)


Bismillah….

Berangkat sebagai Arsitek dan warga Deli Serdang – Sumatera Utara, saya dipacu untuk bergerak dalam dunia kearsitekturan. Di Indonesia organisasi besar yang mengeluarkan Sertifikat Keahlian Arsitek (SKA) adalah IAI (Ikatan Arsitek Indonesia). Hanya dengan mengurus SKA dari IAI maka kelegalan profesi seorang Arsitek itu diakui. Apa bedanya dengan yang tidak mengurus SKA? Nanti akan ada pembahasannya sendiri, insya Allah.

Hari ini tepat seminggu saya berkunjung di kantor sekretariat IAI cabang Sumatera Utara yang beralamat di Jln. Karya Gg. Bersama No. 26-A Medan. Selain berkunjung saya menerima tawaran pekerjaan membantu menyelesaikan permasalahan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Medan. Ada sekitar 78 sekolah yang mendapatkan anggaran dana APBD perehaban sekolah. Dan di hari ini pula semua proyek selesai, alhamdulillah. Saya ditugaskan hanya membantu mengoreksi dan mensinkronkan antara Rencana Anggaran Biaya dan Shopdrawingnya…. dan saya selesaikan dengan mudah walaupun dalam prakteknya saya tidak mensurvey keadaan sekolah serta bagian-bagian mana saja yang penting untuk saya garap sesuai pagu yang ditetapkan dari pihak Dinas Pendidikan. Semua itu berkat pertolongan Allah subhanahu wata’ala semata.

Ada hal yang menarik disela-sela saya mencari informasi lowongan kerja sebagai seorang Arsitek di Medan, karena saya baru satu bulan kurang berada di kampung halaman ini setelah sebelumnya 4 tahun lamanya bergulat di Jakarta yaitu sebuah berkas formulir pendaftaran menjadi Anggota IAI. Awalnya saya sungkan dan “nggak pede”, karena kebanyakan pekerjaan saya yang saya geluti semenjak tamat kuliah adalah di bidang konstruksi dan pengawasan, jika tidak menjadi drafter maka menjadi supervisor. Di sini saya kecolongannya. Untuk membuktikan bahwa saya memang seorang Arsitek, saya mencoba mengisi formulir tersebut.

Atas dasar dorongan dan kebaikan ketua IAI cabang Sumatera Utara yang masih sealumni USU (Universitas Sumatera Utara) angkatan 1995 dengan saya namun berbeda generasi; saya angkatan 2002, H. Syahlan Jukhri Nasution, S.T., IAI., AA. atau akrabnya dipanggil bang Syahlan. Saya diminta untuk melengkapi persyaratan untuk menjadi anggota IAI daerah Sumatera Utara dan persyaratan permohonan sertifikat keahlian, dengan tanggungan biaya seluruhnya oleh beliau. Masya Allah. Allahu yubarik fihi (semoga Allah memberkahi dia).

Beliau menekankan bahwa mengurus SKA IAI sejak dini itu sangat berpotensi sekali dalam membuat tender-tender proyek di pemerintahan ke depannya. Baca juga kata sambutan beliau dalam pelantikan kepengurusan 2016-2019, Jum’at 13 Mei 2016 di Medan.

Beberapa persyaratan menjadi anggota IAI dan permohonan Sertifikasi Keahlian itu cukup mudah.

  1. Mengisi formulir
  2. Fotocopy ijazah yang dilegalisir sebanyak 1 lembar
  3. Pas photo warna 4×6 sebanyak 3 lembar
  4. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) 1 lembar
  5. Uang pangkal yang murah hanya Rp. 220.000,-
  6. Membayar iuran tahun pertama yang juga murah Rp. 300.000,-
  7. Membayar biaya Penataran Kode Etik dan Kaidah Tata Laku Rp. 250.000,-
  8. Sehingga totalnya sangat murah sekali yaitu cuma Rp. 770.000,- saja.
  9. Untuk mendapatkan Sertifikat cukup melengkapi 3 proyek pilihan dilengkapi dengan gambar; denah, tampak, potongan, dan foto proyek, serta surat keterangan dari owner.

Dah…. itu aja, apa susahnya dan apa beratnya?! Hehehe… Mari kita junjung profesi keahlian kita masing-masing dengan memdaftarkan diri sebagai anggota IAI.

 

Medan, 3 Nopember 2016

Wahidin, S.T. (Arsitek)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s